Selasa, 01 April 2014

Download E-Book 'Sepuluh Anak Negro' Format .Pdf

E-Book, Sepuluh Anak Negro Sepuluh Anak Negro - Lalu Semuanya Lenyap
Oleh: Agatha Christie

Sepuluh Anak Negro adalah judul edisi bahasa Indonesia untuk novel 'And Then There Were None' karya Agatha Christie. Novel ini terbit pertama kali di Inggris pada tahun 1939 dengan judul 'Ten Little Niggers'. Namun karena dianggap rasis, terbitan Amerika pada tahun 1940 mengubah judulnya menjadi 'And Then There Were None'. Novel ini disebut-sebut merupakan karya terbaik seorang Agatha Christie, yang akrab dikenal sebagai penulis novel kriminal dan mendapatkan gelar 'The Queen of Mystery'. Hal yang unik dan berbeda dari novel ini dengan novel Agatha Christie yang lain adalah, dalam novel bergenre misteri kriminalitas ini tidak akan ditemukan seorang detektif yang menyelidiki peristiwa tersebut, seperti trademark Agatha di novel lain yang menghadirkan Hercule Poirot atau Miss Marple. Novel ini, adalah cerita detektif tanpa detektif.

Sepuluh orang dengan profesi berbeda diundang ke sebuah rumah mewah dan modern di Pulau Negro, di seberang pantai Devon. Mereka masing-masing menyimpan suatu rahasia, dan mereka tiba di pulau itu dengan penuh harapan di suatu sore musim panas yang indah. Tetapi tiba-tiba saja terjadi serentetan kejadian misterius. Pulau itu berubah menjadi pulau maut yang mengerikan. Panik mencekam ketika mereka satu demi satu meninggal secara misterius.

Yang paling mencekam adalah adanya korelasi kematian para undangan tersebut dengan sebuah syair anak-anak yang menempel dalam sebuah bingkai kayu disetiap kamar di rumah itu:

    Sepuluh anak Negro makan malam; seorang tersedak tinggal Sembilan.
    Sembilan anak Negro bergadang jauh malam; seorang ketiduran, tingal delapan.
    Delapan anak Negro berkeliling Devon; seorang tak mau pulang, tinggal tujuh;
    Tujuh anak negro mengapak kayu; seorang terkapak, tinggal enam.
    Enam anak Negro bermain sarang lebah; seorang tersengat, tinggal lima.
    Lima anak negro ke pengadilan; seorang ke kedutaan, tinggal empat.
    Enam anak negro pergi ke laut; seorang dimakan ikan hering merah, tinggal tiga.
    Tiga anak Negro pergi ke kebun binatang; seorang diterkam beruang, tinggal dua.
    Dua anak negro duduk berjemur; seorang hangus, tinggal satu.
    Seorang anak Negro yang sendirian; menggantung diri, habislah sudah.

Entah bagaimana, setiap baris sajak itu dapat menggambarkan kematian para tamu selanjutnya! Agatha Christie mampu membuat alur cerita novel ini begitu menegangkan, diawal-awal mungkin anda mulai menebak siapakah pembunuhnya, namun kebenaran baru akan terungkap diakhir cerita. Dan setelah mengetahuinya, maka hal pertama yang akan terpikirkan, "Tidak mungkin!".

Scene:
E-Book, Sepuluh Anak Negro


3 komentar:

  1. QUANTUM BINARY SIGNALS

    Get professional trading signals sent to your cell phone every day.

    Start following our signals NOW and make up to 270% per day.

    BalasHapus

Assalamu'alaikum Sahabat Blogger! Sebelum berkomentar bacalah ketentuan berikut ini:
✓ Berikanlah komentar yang sopan dan relevan
✓ Berikanlah komentar yang sesuai dan berkorelasi dengan materi artikel
✓ Dilarang memasukkan komentar dengan link aktif
✓ Dilarang memasukkan komentar Follow/Follback bukan pada tempatnya. Jika ingin saling Follow/Follback masuk KESINI
Terima kasih dan semoga hari anda menyenangkan!