Welcome Sahabat Blogger

Ingin Saling Bertukar Follow Blog, Follow Google, Backlink, Dll?

Klik Disini!

Info Dimension Update

Ingin Mendapatkan Update Info-Info Terbaik Melalui Facebook?

Klik Disini!

Welcome Sahabat Blogger

Ingin Saling Bertukar Follow Blog, Follow Google, Backlink, Dll?

Klik Disini!

Info Dimension Update

Ingin Mendapatkan Update Info-Info Terbaik Melalui Facebook?

Klik Disini!

Welcome Sahabat Blogger

Ingin Saling Bertukar Follow Blog, Follow Google, Backlink, Dll?

Klik Disini!

Info Dimension Update

Ingin Mendapatkan Update Info-Info Terbaik Melalui Facebook?

Klik Disini!

Tampilkan postingan dengan label E-Book. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E-Book. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 April 2014

Download E-Book 'Sepuluh Anak Negro' Format .Pdf

E-Book, Sepuluh Anak Negro Sepuluh Anak Negro - Lalu Semuanya Lenyap
Oleh: Agatha Christie

Sepuluh Anak Negro adalah judul edisi bahasa Indonesia untuk novel 'And Then There Were None' karya Agatha Christie. Novel ini terbit pertama kali di Inggris pada tahun 1939 dengan judul 'Ten Little Niggers'. Namun karena dianggap rasis, terbitan Amerika pada tahun 1940 mengubah judulnya menjadi 'And Then There Were None'. Novel ini disebut-sebut merupakan karya terbaik seorang Agatha Christie, yang akrab dikenal sebagai penulis novel kriminal dan mendapatkan gelar 'The Queen of Mystery'. Hal yang unik dan berbeda dari novel ini dengan novel Agatha Christie yang lain adalah, dalam novel bergenre misteri kriminalitas ini tidak akan ditemukan seorang detektif yang menyelidiki peristiwa tersebut, seperti trademark Agatha di novel lain yang menghadirkan Hercule Poirot atau Miss Marple. Novel ini, adalah cerita detektif tanpa detektif.

Sepuluh orang dengan profesi berbeda diundang ke sebuah rumah mewah dan modern di Pulau Negro, di seberang pantai Devon. Mereka masing-masing menyimpan suatu rahasia, dan mereka tiba di pulau itu dengan penuh harapan di suatu sore musim panas yang indah. Tetapi tiba-tiba saja terjadi serentetan kejadian misterius. Pulau itu berubah menjadi pulau maut yang mengerikan. Panik mencekam ketika mereka satu demi satu meninggal secara misterius.

Yang paling mencekam adalah adanya korelasi kematian para undangan tersebut dengan sebuah syair anak-anak yang menempel dalam sebuah bingkai kayu disetiap kamar di rumah itu:

    Sepuluh anak Negro makan malam; seorang tersedak tinggal Sembilan.
    Sembilan anak Negro bergadang jauh malam; seorang ketiduran, tingal delapan.
    Delapan anak Negro berkeliling Devon; seorang tak mau pulang, tinggal tujuh;
    Tujuh anak negro mengapak kayu; seorang terkapak, tinggal enam.
    Enam anak Negro bermain sarang lebah; seorang tersengat, tinggal lima.
    Lima anak negro ke pengadilan; seorang ke kedutaan, tinggal empat.
    Enam anak negro pergi ke laut; seorang dimakan ikan hering merah, tinggal tiga.
    Tiga anak Negro pergi ke kebun binatang; seorang diterkam beruang, tinggal dua.
    Dua anak negro duduk berjemur; seorang hangus, tinggal satu.
    Seorang anak Negro yang sendirian; menggantung diri, habislah sudah.

Entah bagaimana, setiap baris sajak itu dapat menggambarkan kematian para tamu selanjutnya! Agatha Christie mampu membuat alur cerita novel ini begitu menegangkan, diawal-awal mungkin anda mulai menebak siapakah pembunuhnya, namun kebenaran baru akan terungkap diakhir cerita. Dan setelah mengetahuinya, maka hal pertama yang akan terpikirkan, "Tidak mungkin!".

Scene:
E-Book, Sepuluh Anak Negro

DOWNLOAD EBOOK
'SEPULUH ANAK NEGRO'
PDF

Kamis, 26 September 2013

Download E-Book 'Zaman Edan' Format .Exe

E-Book, Zaman Edan Zaman Edan: Indonesia Di Ambang Kekacauan
Oleh: Richard L. Parry

Zaman Edan, buku penuh fakta mengejutkan ini menuturkan kisah reportase wartawan terkemuka Richard Llyod Parry di Indonesia antara 1996-1999. Dia meliput dari dekat dan mengalami langsung peristiwa pembantaian etnis & kanibalisme di Kalimantan pada 1997, demonstrasi mahasiswa & kerusuhan massal di Jakarta pada 1998, serta pembumihangusan Timor Timur oleh milisi tentara Indonesia menyusul referendum yang mengantarkan kemerdekaan negara itu pada 1999.

Richard Lyood Parry adalah koresponden luar negeri yang kini bekerja untuk The Times London. Sepanjang karirnya ia telah berutugas di lebih dari 24 negara termasuk di daerah-daerah konflik seperti Irak, Kosovo, Afghanistan, Vietnam, dll. dan menulis pula untuk Granta, the London Review of Books, dan the New York Times Magazine.

Buku yang aslinya berjudul “In The Time of Madness, Indonesia on the Edge of Chaos” (2005) dan diterjemahkan oleh Penerbit Serambi menjadi “Zaman Edan, Indonesia Diambang Kehancuran” (2008), Richard Llyod Parry menyuguhkan tiga buah peristiwa mencekam yang dialaminya ketika sedang bertugas di Kalimantan (1997–1999), kerusuhan Mei 1998 di Jakarta, dan kejahatan kemanusiaan di Timor Timur (1998–1999)?

Melalui petualangan luar biasa dan perjalanan mencekam penuh gejolak di negeri setengah merdeka, Parry merekam wajah Indonesia di masa lalu. Dengan mata kepala sendiri sendiri, Parry melihat bagaimana mayat-mayat berserakan tanpa kepala dengan lubang menganga di punggungnya. Puluhan kepala terpenggal dipajang diatas drum, dan disisi lain sekelompok orang sedang membakar sate daging manusia untuk dimakan, bahkan dirinyapun tak luput dari ajakan orang-orang Dayak untuk ikut memakan sate manusia. Parry juga meliput situasi kerusuhan massal di Jakarta tahun 1998, dan secara blak-blakan mengungkap sosok Soeharto. Kemudian investigasinya di Timor Timor dan pertemuan dengan para Gerilyawan penolak invasi tentara Indonesia, yang hampir semua dia mulai dan akhiri dengan rasa takut dan emosional, menampilkan fakta mengerikan dan sejarah kelam negeri ini.

Ditulis lancar, akrab, dan dengan bahasa novel yang apik dan menarik, buku ini membuka mata kita akan segala peristiwa kelam di negeri ini yang kerap ditutup-tutupi, sekaligus mengajak kita merenungkan kembali makna reformasi setelah 10 tahun rezim Orde Baru tumbang dan memaknai momen 100 tahun kebangkitan nasional.

    "Richard Lloyd Parry selalu menghadirkan kisah-kisah hebat. Dia menulis secara sensitif dan piawai, mencuplik fragmen cerita sana-sini dan menyusunnya sehingga pembaca mendapatkan gambaran nyata tentang sebuah bangsa yang sedang meluncur ke titik terendahnya ... Richard adalah wartawan pemberani dan tak kenal lelah yang masuk jauh ke dalam borok kejahatan manusia serta kembali dengan sebuah kisah yang nyaris terlalu menggiriskan untuk dipercaya." Literary Review (London)

Scene:
E-Book, Zaman Edan


Selasa, 09 Juli 2013

Download E-Book 'Angels & Demons' Format .Exe

E-Book, Angels & Demons Angels & Demons (Malaikat & Iblis)
Oleh: Dan Brown

Angels & Demons (Malaikat & Iblis) adalah novel misteri best-seller karya novelis Amerika Serikat Dan Brown yang diterbitkan pada tahun 2000. Novel ini memperkenalkan tokoh utama Robert Langdon, yang juga adalah tokoh utama pada novel Dan Brown sebelumnya, The Da Vinci Code. Buku ini menggunakan gaya penulisan dan cerita yang sangat mirip dengan The Da Vinci Code, misalnya adanya teori konspirasi organisasi rahasia, alur waktu satu hari, dan kasus gesekan Gereja dengan ilmu pengetahuan dan budaya kuno. Novel ini bercerita tentang konflik antara organisasi kuno, Illuminati, dengan Gereja Katolik Roma, ditambah kontroversi mengenai "Antimateri" yang disebut-sebut sebagai energi alternatif masa depan, tetapi dapat menimbulkan efek negatif yaitu menjadi senjata pemusnah massal.

Seakan menikmati kontroversi, Dan Brown selalu mengawali novelnya dengan judul "FAKTA", bahkan dihalaman berikutnya sebagai Catatan Penulis, Dan Brown mengatakan, "Semua Referensi mengenai benda-benda seni, beberapa makam, terowongan, dan arsitektur di Roma adalah betul-betul nyata (tepat sesuai dengan tempatnya) dan dapat disaksikan hingga kini. Persaudaraan Illuminati juga nyata."

Dan Brown mengawali cerita dengan terbunuhnya Leonardo Vetra, seorang ahli fisika yang merupakan saintis peneliti Antimateri yang bekerja di CERN (European Organization for Nuclear Research). Pembunuhan tersebut terasa janggal dengan adanya luka sebuah simbol ambigram yang bertuliskan "Illuminati". Robert Langdon sebagai seorang dosen dan penulis buku simbologi religi, diminta untuk memecahkan misteri tersebut oleh Maximillian Kohler yang merupakan Direktur CERN. Ditemani seorang gadis Vittoria Vetra yang juga bekerja di CERN, petualangan Langdon tersebut menjadi sangat seru dan merambah hingga ke kota Vatikan Roma dengan melibatkan berbagai karakter-karakter berbeda yang memiliki peran misterius masing-masing dimana inti dan kasus konspirasinya baru terkuak diakhir cerita.

Dengan kelihaian Dan Brown membangun dan melahirkan dialog, konsep misteri, kasus konspirasi, serta berbagai karakter dengan peran memukau, membuat kisah petualangan dalam novel ini lebih seru dan mengagumkan dibanding dengan novel The Da Vinci Code.

Scene:
E-Book, Angels & Demons


Rabu, 17 April 2013

Download E-Book 'The Da Vinci Code' Format .Chm

E-Book, The Da Vinci Code The Da Vinci Code
Oleh: Dan Brown

The Da Vinci Code adalah novel karangan Dan Brown seorang penulis Amerika dan diterbitkan pada tahun 2003 oleh Doubleday Fiction. Buku ini merupakan salah satu buku terlaris di dunia dengan 36 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa. Mengambil tema religius dengan konteks alur misteri, The Da Vinci Code mencoba menguak sejarah Yesus dan Gereja yang selama 2000 tahun terkunci rapat, otoritas gereja pun kelimpungan membuat tangkisan. The Da Vinci Code memang fenomenal, sejak muncul sampai sekarang, novel tersebut memicu terbitnya 10 buku perlawanan. Semuanya mencoba mematahkan argumentasi yang ada di dalam The Da Vinci Code. Meskipun cuma fiksi, Dan Brown mengawali lembaran pertama novelnya dengan judul “FAKTA”, diakhir halaman pertama, tertulis: “Semua deskripsi, arsitektur, dokumen, dan ritual rahasia dalam novel ini akurat.

Menggabungkan gaya detektif, thriller dan teori konspirasi, The Da Vinci Code telah membantu memopulerkan perhatian terhadap sebuah teori-teori tentang legenda Piala Suci (Holy Grail) dan peran Maria Magdalena dalam sejarah Kristen, teori-teori yang oleh Kristen dikritik sebagai ajaran sesat. Buku ini adalah bagian kedua dari trilogi yang dimulai Dan Brown dengan novel Malaikat & Iblis (Angels and Demons) pada tahun 2000, di mana diperkenalkan karakter Robert Langdon.

Buku ini menceritakan usaha Robert Langdon, Profesor Simbologi Agama di Universitas Harvard, untuk memecahkan misteri pembunuhan kurator terkenal Jacques Saunière dari Museum Louvre di Paris. Brown mengawali cerita dengan terbunuhnya Jacques Sauniere, seorang kurator di Museum Louvre, Paris. Disekitar kejadian terdapat simbol-simbol menarik yang diketahui dibuat oleh sang kurator sendiri sebelum kematiannya. Fakta bahwa mayat Saunière ditemukan telanjang di dalam Louvre dan posisi seperti gambar terkenal Leonardo da Vinci, Vitruvian Man, dengan suatu pesan acak (cryptic) yang tertulis di samping tubuhnya dan sebuah Pentagram tergambar di perutnya dengan darahnya sendiri. Interpretasi dari pesan tersembunyi dalam karya terkenal Leonardo, termasuk Mona Lisa dan Perjamuan Terakhir, menjadi figur menyolok dalam pemecahan misteri ini.

Brown telah memperlihatkan dirinya piawai dalam menyisipkan bukti akurat kedalam novel fiksi. Secara nyata buku ini telah memukau nalar bagi pecinta novel dan mengguncang iman bagi pemikir kritis khususnya dari kalangan agamawan Kristiani.

Scene:
E-Book, The Da Vinci Code


Senin, 04 Maret 2013

Download E-Book 'Bible, Quran, & Sains Modern' Format .Chm

E-Book, Bibel, Qur'an, & Sains Modern Bible, Qur'an, Dan Sains Modern
Oleh: Dr. Maurice Bucaille

Dr. Maurice Bucaille telah mengadakan studi perbandingan mengenai Bibel (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) dan Qur-an serta Sains modern. Akhirnya ia mendapat kesimpulan bahwa dalam Bibel terdapat kesalahan ilmiah dan sejarah, karena Bibel telah ditulis oleh manusia dan mengalami perubahan-perubahan yang dibuat oleh manusia. Mengenai Al Qur-an ia berpendapat bahwa sangat mengherankan bahwa suatu wahyu yang diturunkan 14 abad yang lalu, memuat soal-soal ilmiah yang baru diketahui manusia pada abad XX atau abad XIX dan XVIII. Atas dasar itu, Dr. Maurice Bucaille berkesimpulan bahwa Al Qur-an adalah wahyu Ilahi yang murni dan Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir.

Dia menemukan bahwa Perjanjian Lama merupakan kumpulan karya sastra yang dihasilkan selama ± 9 abad. Perjanjian Lama merupakan campuran mosaik yang unsur-unsurnya sepanjang masa telah dirubah-rubah oleh manusia; beberapa paragraf baru ditambahkan kepada yang sudah ada sehingga pada waktu sekarang sangat sulit untuk menemukan asalnya. Sedang dalam Perjanjian Baru dia mengemukakan bahwa penulis-penulisnya bukan saksi mata yang menyaksikan fakta-fakta yang mereka laporkan. Ajaran-ajaran Bible hanya merupakan ekspresi berita tentang kehidupan Yesus yang ditulis oleh juru bicara masyarakat Yahudi Kristen, serta dalam Bible banyak Kontradiksi, kekeliruan, pertentangan dengan hasil-hasil penyelidikan Sains modern.

Berbeda dengan Al-Qur'an, dia menyimpulkan fakta bahwa Al-Qur'an yang diwahyukan sesudah kedua kitab suci sebelumnya, bukan saja bebas dari kontradiksi dalam riwayat-riwayatnya, kontradiksi yang menjadi ciri Bible-Bible karena disusun oleh manusia, tetapi juga menyajikan kepada orang yang mempelajarinya secara obyektif dengan mengambil petunjuk dari Sains modern, suatu sifat yang khusus, yakni persesuaian yang sempurna dengan hasil Sains modern. Lebih dari itu semua, Al-Qur'an mengandung pernyataan ilmiah yang sangat modern yang tidak masuk akal jika dikatakan bahwa orang yang hidup pada waktu Al-Qur'an diwahyukan itu adalah pencetusnya.

Scene:
E-Book, Bibel, Qur'an, & Sains Modern